Jadikan dirimu berarti! Gabung bersama kami di SMA Virgo Fidelis Daftar Online

5 Hal Baik yang Wajib Dilanjutkan Setelah PJJ Berakhir

Mulai bulan Januari 2022, pemerintah memutuskan jika sekolah dapat mengakhiri Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring dengan syarat dan ketentuan tertentu.  Banyak sekolah akhirnya mulai mengikuti anjuran tersebut dengan mendatangkan peserta didik ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi orang tua yang mungkin sudah mulai lelah mendampingi anak saat belajar di rumah. Terlebih kebijakan WFH juga sudah mulai surut dan kantor-kantor juga mulai membuka layanan secara penuh sehingga anak sering tidak mendapat pendampingan saat PJJ


Selama 2 tahun melaksanakan PJJ tentu ada hal positif dan negatif. Hal-hal positif ini tentu sangat baik untuk tetap dilanjutkan saat PJJ atau pembelajaran daring diakhiri. Berikut ini merupakan hal-hal baik menurut saya yang baik untuk dilanjutkan.

Penggunaan LMS

Penggunaan LMS atau Learning Management System seperti Classroom, Edmodo, Moodle, maupun yang lain akan baik jika tetap dilanjutkan. Meskipun LMS sudah ada cukup lama namun pengadopsiannya menjadi masif selama pandemi. LMS ini sangat memudahkan para guru dalam manajemen pembelajaran, mulai dari menyusun jadwal materi sampai mengadakan kuis atau tes. Dengan kelebihan tersebut, pilihan untuk mempertahankan penggunaan LMS akan sangat baik, terutama dalam manajemen tugas dan penilaian siswa.

Tes Daring

Penggunaan platform tes daring seperti Google Formulir, Quizi, dan TCexam sangat baik untuk dilanjutkan. Penggunaan platform tes daring dapat mengurangi beban kerja guru terutama dalam hal koreksi dan analisis soal. Kita juga dapat menggunakannya berulang kali seperti memiliki bank soal. Selain itu tes daring juga mengurangi beban anggaran sekolah. Saya pernah berdiskusi dengan bendahara ujian sekolah saat menyusun rencana anggaran pelaksanaan ujian. Ternyata menggunakan platform tes daring dapat memangkas anggaran hampir 80%. Hal ini tentu dikarenakan beban tertinggi anggaran ada pada penggandaan soal dan lembar jawaban, dimana harga kertas semakin lama semakin mahal. Sebagai guru Biologi tentu saya mendukung penggunaan platform tes daring dalam rangka kebijakan paperless yang ramah lingkungan.
Meskipun demikian ada sedikit kekurangan yang jadi catatan seperti resiko kecurangan saat pelaksanaan tes daring namun hal tersebut semakin lama bisa diatasi dengan kemajuan teknologi. (Baca : 5 Aplikasi Exam Browser untuk Ujian Anti Curang)

Penggunaan Internet

Penggunaan internet selama PJJ meningkat pesat, bahkan banyak rumah tangga maupun komunitas masyarakat yang memutuskan untuk memasang jaringan internet untuk mempermudah anak-anak melaksanakan PJJ. Kalau dulu ada ungkapan buku jendela dunia maka akan tepat pula jika sekarang dikatakan internet jendela semesta. Dari internet kita dapat memperoleh begitu banyak informasi dan pengetahuan. Selama pandemi kita menjadi semakin terbiasa dalam mengakses internet untuk memecahkan berbagai persoalan. Nah sekarang yang menjadi kunci adalah peran guru dalam memanfaatkan internet. Kita harus dapat mendampingi siswa dalam mengakses internet dan memperkuat literasi digital mereka. Mendampingi siswa agar melek digital berarti mengajar mereka memilah informasi dan memiliki etika saat berinteraksi melalui dunia maya.

Penggunaan Gadget

Apakah masih ada sekolah yang mengharamkan gadget seperti smartphone, tablet, atau laptop? Selama PJJ sepertinya sekolah-sekolah tersebut mau tidak mau harus berdamai dengan penggunaan gadget. Harus kita sadari generasi sekarang yaitu Generasi Z atau yang akan datang Generasi Alpha sedikit berbeda dengan generasi bapak ibu guru. Mereka merupakan native technology yang berarti dari mereka lahir sudah terbiasa dikelilingi oleh teknologi. Mereka dengan mudah belajar dan beradaptasi menggunakan aneka gadget, berbeda dengan beberapa bapak ibu guru yang mungkin terbata-bata untuk menyusul mereka. Mereka memiliki kesenangan sendiri dalam menggunakan gadget yang mungkin kita pandang sebagai hal negatif. Kita sebut mereka kecanduan gadget tapi ya itu merupakan bagian dari dunia mereka. Sekarang tugas kita sebagai para guru adalah membantu siswa dalam memanajemen penggunaan gadget. Seperti menerapkan kebijakan penggunaan gadget di kelas. Di sekolah tempat saya mengajar gadget dulu gadget dilarang dibawa ke sekolah. Sekarang kebijakan tersebut berubah, gadget dititipkan kepada guru piket dan guru yang merasa membutuhkan saat pembelajaran dapat mengambilnya lalu gadget tersebut dikumpulkan kembali saat selesai digunakan. Jika ada siswa yang melanggar peraturan penggunaan seperti malah untuk main game atau medsos maka akan mendapatkan sanksi sesuai peraturan sekolah. Selain itu dalam materi perwalian atau bimbingan dengan wali kelas saya pribadi juga menyisipkan cara menggunakan gadget agar lebih bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti aplikasi-aplikasi apa saja yang membantu mereka belajar dan mengatur waktu mereka.

Pembuatan Media

Saat awal PJJ berlangsung banyak bapak ibu guru yang mungkin agak kelimpungan dalam mempersiapkan media pembelajaran. Dan kemudian muncullah berbagai macam pelatihan pembuatan media pembelajaran. Saya ingat ada pelatihan pembuatan ebook interaktif sampai menjadi guru YouTuber. Sampai akhirnya banyak guru yang berlomba-lomba untuk mengunggah hasil karya mereka. Saya harap kebiasaan baik ini tetap berlanjut terlebih teknologi juga semakin berkembang. Siapa tahu ada yang tertarik membuat sekolah di Metaverse? Kelebihan membuat media sendiri dari sudut pandang siswa adalah jika ada guru yang membuat video bahan ajar sendiri mereka dapat mengulang kembali materi yang diajarkan kapan pun dan merasa seperti diajar secara langsung oleh gurunya. Jikapun ada yang berkomentar di video YouTube kita hal yang kurang baik itu bisa jadi bahan evaluasi, jangan-jangan siswa kita sebenarnya juga merasa demikian saat diajar oleh kita tapi takut mengungkapkannya. Hehe.


Itulah lima hal baik yang layak untuk dipertahankan setelah PJJ atau pembelajaran daring dihentikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Jika ada masukan dan diskusi daoat dituliskan di kolom komentar.

Terimakasih.
Salam!
Seorang bapak, guru, dan blogger.

Posting Komentar

© Biologi Pak Lukas. All rights reserved. Developed by Jago Desain