Jadikan dirimu berarti! Gabung bersama kami di SMA Virgo Fidelis Daftar Online

Laporan PTK Blended Learning Biologi SMA - Bab IV

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

USAHA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DARING PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MENGGUNAKAN BLENDED LEARNING 

(Studi Kasus pada Hasil Belajar Dalam Jaringan Kelas XI MIPA SMA Virgo Fidelis Tahun Pelajaran 2020/2021)


 

BAB IV - PEMBAHASAN


Data Penelitian

Kondisi Awal

Kondisi awal subyek penelitian yaitu peserta didik kelas XI MIPA SMA Virgo Fidelis diperoleh dari hasil penilain tengah semester (PTS) ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Berdasarkan hasil PTS tersebut, untuk mata pelajaran Biologi, rata-rata nilai ranah kognitif sebesar 57 dengan ketuntasan klasikal sebesar 33 persen. Sedangkan untuk penilaian ranah psikomotor, rata-rata kelas sebesar 70 dengan ketuntasan klasikal sebesar 52 persen, dan untuk penilaian ranah afektif, rata-rata kelas sebesar 71 dengan ketuntasan klasikal sebesar 43 persen.

Kondisi hasil belajar yang kurang maksimal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh cukup besar adalah kurang optimalnya proses pembelajaran secara daring. Para peserta didik menyatakan merasa kesulitan untuk melaksanakan pembelajaran daring secara asinkronus atau mandiri di rumah. Mereka menginginkan tatap muka virtual sehingga harapannya lebih mudah dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru.


Hasil Pelaksanaan Penelitian

Dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas siklus I sampai dengan III, data yang diperoleh meliputi data kuantitati yaitu hasil belajar kognitif, hasil pelajar afektif, hasil belajar psikomotorik, dan hasil observasi keterlaksanaan sintaks; serta data kualitatif yaitu deskripsi pelaksanaan penelitian.


Data Hasil Belajar Kognitif

Data hasil belajar kognitif diperoleh dari pelaksanaan kuis yang dilakukan diakhir setiap siklus. Data tersebut disajikan pada tabel berikut.

Tabel Hasil belajar konitif

Keterangan

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

Siklus III

Nilai terendah

33

47

52

70

Nilai tertinggi

88

97

88

100

Rata-rata

57

71

73

81

Ketuntasan Klasikal

33%

71%

76%

100%


Dari hasil belajar kognitif dapat diperoleh nilai gain ternormalisasi setiap siklus. Kenaikan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel Gain ternormalisasi hasil belajar kognitif

Siklus

Gain ternormalisasi

Keterangan

I

0,32

Sedang

II

0,07

Rendah

III

0,32

Sedang

Keseluruhan

0,57

Sedang


Data Hasil Belajar Afektif

Data hasil belajar afektif berasal dari lembar observasi penilaian afektif yang diperoleh dari pengamatan peserta didik selama kegiatan sinkronus maupun asinkronus. Data tersebut disajikan pada tabel berikut.

Tabel Hasil belajar afektif

Keterangan

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

Siklus III

Nilai terendah

64

60

60

80

Nilai tertinggi

85

100

100

100

Rata-rata

71

83

90

94

Ketuntasan Klasikal

43%

90%

95%

100%


Dari hasil belajar afektif dapat diperoleh nilai gain ternormalisasi setiap siklus. Kenaikan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel Gain ternormalisasi hasil belajar afektif

Siklus

Gain ternormalisasi

Keterangan

I

0,42

Sedang

II

0,37

Sedang

III

0,41

Sedang

Keseluruhan

0,78

Tinggi


Data Hasil Belajar Psikomotorik

Data hasil belajar afektif berasal dari lembar observasi penilaian psikomotorik yang diperoleh dari pelaksanaan praktikum, diskusi, dan penugasan mandiri . Data tersebut disajikan pada tabel berikut.

Tabel Hasil belajar psikomotor

Keterangan

Pra Siklus

Siklus I

Siklus II

Siklus III

Nilai terendah

37,5

37,5

62,5

62,5

Nilai tertinggi

100

100

100

100

Rata-rata

70

78

85

86

Ketuntasan Klasikal

52%

81%

95%

95%


Dari hasil belajar afektif dapat diperoleh nilai gain ternormalisasi setiap siklus. Kenaikan tersebut dapat dilihat pada tabel  berikut ini.

Tabel Gain ternormalisasi hasil belajar psikomotorik

Siklus

Gain ternormalisasi

Keterangan

I

0,27

Rendah

II

0,30

Sedang

III

0,08

Rendah

Keseluruhan

0,53

Sedang


Data Keterlaksanaan Sintaks

Tabel Persentase Keterlaksanaan Sintaks

No

Siklus

Persentase

1

Siklus I

93%

2

Siklus II

93%

3

Siklus III

100%



Pembahasan

Berikut ini adalah pembahasan data hasil belajar, observasi guru, dan refleksi pembelajaran pada setiap siklus.


Pembahasan Siklus I

Pembahasan Hasil Belajar I

Pada siklus I materi pembelajaran yang diajarkan adalah zat makanan dengan kegiatan pembelajaran secara blended learning dengan tipe flipped classroom meliputi kegiatan praktikum uji zat makanan mandiri yang dilakukan secara asinkronus dan diskusi hasil praktikum secara sinkronus. Pada siklus I masih terdapat beberapa peserta yang belum sepenuhnya siap dalam melaksanakan pembelajaran daring secara sinkronus melalui aplikasi Zoom. Terdapat lima orang peserta didik yang terlambat masuk aplikasi dan tidak menghidupkan kamera tanpa alasan yang jelas maupun tidak menggunakan pakaian yang pantas untuk mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, sikap peserta didik sepanjang proses pembelajaran sudah baik, terlihat dari ketuntasan klasikal afektif sebesar 90%. Berbeda dengan data pra siklus, ketuntasan afektif hanya sebesar 43%. Dari data tersebut diperoleh nilai gain ternormalisasi sebesar 0,42 yang tergolong sedang. Kenaikan ini sudah cukup signifikan.

Kenaikan hasil belajar afektif sejalan dengan kenaikan hasil belajar psikomotorik. Kegiatan belajar psikomotorik meliputi praktikum mandiri yang dilanjutkan dengan diskusi. Peningkatan ini dapat disebabkan oleh antusiasme peserta didik. Dalam angket pembelajaran peserta didik, beberapa peserta didik menyatakan rasa senang dapat melakukan praktikum kembali walaupun hanya secara sederhana. Berdasarkan data, ketuntasan klasikal psikomotorik sebesar 95% dan nilai gain ternormalisasi sebesar 0,27 yang tergolong rendah. Peningkatan tergolong rendah karena pada dasarnya ketuntasan klasikal psikomotorik pra siklus sudah mencapai 81%. Hal-hal yang menjadi catatan adalah terdapat 7 orang peserta didik yang kurang tepat waktu dan rapi dalam mengumpulkan hasil praktikum dan tugas mandiri. 

Untuk hasil belajar kognitif diperoleh dari kuis yang dilaksanakan secara daring setelah pembelajaran usai. Berdasarkan data, diperoleh ketuntasan klasikal kognitif sebesar 71%. Hal ini berarti terdapat peningkatan, karena ketuntasan klasikal kognitif pra siklus hanya sebesar 33% dengan nilai gain ternormalisasi sebesar 0,32 yang tergolong sedang. Hal ini berarti kenaikan nilai kognitif selaras dengan kenaikan nilai sikap dan psikomotorik peserta didik. 


Pembahasan Hasil Observasi Guru

Berdasarkan lembar obeservasi keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada siklus I terdapat beberapa catatan selama pembelajaran daring berlangsung. Para peserta didik secara umum sudah aktif dalam berkomunikasi dan berinteraksi melalui webmeeting atau konferensi video. Namun, masih terdapat beberapa peserta didik yang kurang fokus dalam pembelajaran, hal ini dikarenakan tempat belajar peserta didik kurang kondusif dan privasi yang kurang sehingga terdapat faktor-faktor yang dapat mengakibatkan fokus terpecah. Persentase keterlaksanaan sintaks RPP sebesar 93 persen.


Refleksi Siklus I

Berdasarkan hasil belajar, observasi guru, dan catatan proses pembelajaran terdapat tindak lanjut yang harus dipersiapkan sebelum pelaksanaan siklus II. Tindak lanjut tersebut meliputi kegiatan pra-pembelajaran secara asinkronus untuk memeriksa kesiapan belajar dan pemberian motivasi peserta didik. Melaksanakan kegiatan sinkronus sesi I yang terdiri dari kegiatan pembukaan pembelajaran dan pengantar kegiatan asinkronus dengan lebih singkat tapi jelas, sedangkan kegiatan sinkronus sesi II yang terdiri dari kegiatan diskusi dan penguatan yang lebih intensif. Namun hal ini dengan tetap memperhatikan karakteristik peserta didik dalam mengakses teknologi informatika. Selain itu, guru harus mendorong peserta didik untuk lebih aktif dalam kegiatan diskusi asinkronus dan melakukan kegiatan sinkronus atau webmeeting di tempat yang lebih kondusif.


Pembahasan Siklus II

Pembahasan Hasil Belajar II

Pada siklus II masih dilaksanakan pembelajaran secara blended learning. Materi yang diajarkan adalah organ-organ sistem pencernaan manusia. Perbedaan antara siklus I dan II terdapat pada jenis kegiatan asinkronus. Jika pada siklus I kegiatan asinkronus berupa praktikum, pada siklus II digantikan dengan diskusi dan studi literatur tentang berbagai jenis dan fungsi organ pencernaan. Selain itu pada kegiatan sinkronus dilakukan presentasi dan diskusi. Sehari sebelum dilaksanakan pembelajaran sesuai jadwal, dilaksanakan kegiatan pra-pembelajaran melalui Google Classroom berupa pemberian bahan ajar yang bisa dipelajari secara mandiri dan gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan pada keesokan hari.

Hasil belajar afektif pada siklus II mengalami kenaikan dengan ketuntasan klasikal sebesar 95% dengan gain ternormalisasi sebesar 0,37 yang tergolong sedang. Kenaikan ini karena peserta didik lebih siap dalam melaksanakan pembelajaran sinkronus secara virtual melalui aplikasi Zoom. Meskipun demikian masih terdapat tujuh peserta didik yang terlambat yang disebabkan oleh gangguan jaringan internet. Gangguan yang bersifat teknis ini juga dialami oleh guru pada akhir pembelajaran, namun segera dapat diatasi dengan menyediakan jaringan internet cadangan. Faktor yang mempengaruhi peningkatan nilai afektif adalah dalam hal berpakaian. Peserta didik mulai menyesuaikan diri dengan memposisikan diri seperti mengikuti pembelajaran di sekolah.

Perubahan aktivitas pembelajaran asinkronus yang berupa studi literasi meningkatkan hasil belajar psikomotor. Ketuntasan klasikal psikomotor siklus II sebesar 95% dengan nilai kenaikan sebesar 0,30 yang tergolong sedang. Aktivitas dalam diskusi melalui Whatsapp juga meningkat, jika pada siklus I terdapat tujuh peserta didik yang tidak aktif dalam diskusi melalui Whatsapp, pada siklus II yang kurang aktif berdiskusi tersebut, dua diantaranya juga terlambat dalam menyelesaikan laporan diskusi dan pada siklus I juga melakukan hal yang sama.

Peningkatan hasil belajar afektif dan psikomotor juga diikuti oleh peningkatan hasil belajar kognitif meskipun peningkatan kurang signifikan. Ketuntasan klasikal pada siklus II sebesar 76% dengan nilai gain ternormalisasi sebesar 0,07 yang tergolong rendah. Peningkatan yang rendah ini dapat disebabkan beberapa faktor baik secara internal maupun eksternal peserta didik. Dalam refleksi pembelajaran terdapat beberapa catatan yaitu tiga orang peserta didik merasa kurang motivasi pembelajaran dan empat orang peserta didik mengalami gangguan jaringan sehingga kesulitan untuk berdiskusi dan mengakses internet.


Pembahasan Hasil Observasi Guru

Pada siklus II keterlaksanan sintaks pembelajaran sebesar 93 persen. Dari 15 komponen terdapat 1 komponen yang belum  terlaksana dengan baik yaitu fase aplikasi pada bagian inti pembelajaran. Selain itu, pada siklus II ini juga terdapat gangguan teknis berupa hilangnya suara video dan gangguan jaringan internet yang menganggu proses pembelajaran. Maka dari itu diperlukan  persiapan yang lebih baik untuk mengantisipasi kejadian tersebut tidak terulang atau dapat diatasi dengan baik.


Refleksi Siklus II

Dalam refleksi pembelajaran peserta didik dapat diketahui jika mereka merasa senang dengan proses pembelajaran blended learning yang baru bagi mereka. Terlihat dari respon postitif yang tertulis pada refleksi pembelajaran dan kesiapan peserta didik yang meningkat dibandingkan pada siklus I. Untuk hasil belajar kognitif pada dasarnya siklus II telah terjadi peningkatan meskipun kurang signifikan. Hal ini dapat disebabkan oleh gangguan jaringan yang terjadi pada hari pembelajaran. Maka pada siklus III akan dilakukan beberapa perbaikan di antaranya melaksanakan pembelajaran daring lebih awal agar terhindar dari gangguan jaringan, melaksanakan kegiatan pra-pembelajaran melalui Google Classroom dan Whatsapp Group untuk memberi gambaran pembelajaran yang akan dilaksanakan, dan melakukan penyederhanaan pembelajaran agar lebih efektif dan sesuai dengan karakter peserta didik dalam  mengakses internet.


4.2.3. Pembahasan Siklus III

Pembahasan Hasil Belajar III

Setelah dilaksanakan perbaikan rencana pembelajaran berdasarkan refleksi siklus II, hasil belajar pesert didik pada siklus III mengalami peningkatan. Materi pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus III adalah gangguan dan penyakit pada sistem pencernaan. Siklus III ini juga masih menggunakan blended learning dalam kegiatan pembelajaran. Perbedaan pada siklus III ini adalah para peserta didik didorong lebih aktif untuk melakukan diskusi secara asinkronus untuk menyusun sebuah presentasi dan pada fase sinkronus melaksanakan presentasi yang dilakukan oleh perwakilan anggota kelompok. Presentasi pada siklus III dapat berjalan lebih efektif karena peserta didik lebih siap, berbeda dengan presentasi siklus II yang dilaksanakan dengan cara guru menunjuk peserta didik ssecara acak dan individual.

Pada siklus III diperoleh ketuntasan klasikal afektif 100% dengan nilai gain sebesar 0,41 yang tergolong sedang. Hal ini menunjukkan jika proses pembelajaran blended learning memberikan perubahan pada sikap siswa selama pembelajaran daring. Dimana pada secara keseluruhan siklus terjadi peningkatan yang signifikan yang ditunjukkan dengan nilai gain yang diperoleh mencapai 0,78% atau tergolong tinggi.

Hasil belajar psikomotor tidak mengalami peningkatan secara signifikan yaitu ketuntasan klasikal sebesar 95% dan nilai gain sebesar 0,08%. Ketuntasan yang tidak dapat mencapai 100% disebabkan oleh salah satu peserta didik yang dari siklus I sampai siklus III selalu berada di bawah garis ketuntasan belajar. Dalam refleksi belajar peserta didik tersebut menyatakan jika belum terbiasa dengan pola pembelajaran blended learning yang menggunakan 2 fase yaitu sinkronus dan asinkronus. Namun secara keseluruhan siklus, peningkatan hasil belajar psikomotor memperoleh nilai gain sebesar 0,53 yang tergolong sedang. Peningkatan ini dapat terjadi karena penggabungan fase sinkronus dan asinkronus mendorong peserta didik menjadi lebih terampil dibandingkan pembelajaran daring secara asinkronus saja.

Di siklus terakhir ini, hasil belajar kognitif masih mengalami peningkatan dimana ketuntasan klasikal mencapai 100% dan perolehan nilai gain sebesar 0,32 yang tergolong sedang. Sedangkan secara keseluruhan siklus, nilai gain yang diperoleh sebesar 0,57 yang tergolong sedang. Peningkatan ini menunjukkan jika permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik di SMA Virgo Fidelis selama pembelajaran jarak jauh dapat diperbaiki dengan pembelajaran secara blended learning tipe flipped classroom.


Pembahasan Hasil Observasi Guru

Pada siklus III keterlaksanaan sintaks sudah mencapai 100%. Seluruh tahapan pembelajaran sudah terlaksana dengan  baik. Hal ini karena rencana pelaksanaan pembelajaran  pada siklus III sudah  mengalami revisi sehingga lebih sederhana dan  mudah untuk diterapkan . Aktivitas peserta didik juga terlihat baik dan pelaksanaan presentasi menjadi lebih terarah karena presentasi dilakukan oleh perwakilan kelompok.


Refleksi Siklus III

Pembelajaran blended learning menggabungkan kegiatan asinkronus dan sinkronus untuk mengatasi permasalah belajar biologi di SMA Virgo Fidelis. Jika selama pandemi Covid-19 pembelajaran jarak jauh dilaksanakan secara asinkronus yang menyebabkan penurunan hasil belajar, dengan menggabungkan kegiatan sinkronus secara virtual dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini ditandai dengan ketuntasan klasikal 100% untuk ranah afektif dan kognitif, serta 95% untuk ranah psikomotor. Kendala yang dialami selama penerapan blended learning adalah masalah jaringan internet, dimana kualitas infrastruktur tidak merata di lingkungan sekolah dan sekitar rumah peserta didik. Jaringan internet yang kurang stabil dapat menghambat kegiatan sinkronus virtual melalui aplikasi Zoom. Lama waktu webmeeting juga perlu diperhatikan oleh guru agar proses pembelajaran tidak terlalu lama dan menjadi beban bagi para peserta didik. Peserta didik yang masih belum terbiasa perlu diberikan dorongan motivasi agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Sebagai tindak lanjut, penerapan blended learning ini akan dilanjutkan pada pembelajaran jarak jauh dengan memperbaiki skenario pembelajaran agar lebih efisien dalam pemanfaatan waktu.


Seorang bapak, guru, dan blogger.

Posting Komentar

© Biologi Pak Lukas. All rights reserved. Developed by Jago Desain