Jadikan dirimu berarti! Gabung bersama kami di SMA Virgo Fidelis Daftar Online

Laporan PTK Blended Learning Biologi SMA - Bab II

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

USAHA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DARING PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA MENGGUNAKAN BLENDED LEARNING 

(Studi Kasus pada Hasil Belajar Dalam Jaringan Kelas XI MIPA SMA Virgo Fidelis Tahun Pelajaran 2020/2021)


 BAB II - TINJAUAN PUSTAKA


Kajian Teori

Hasil Belajar

Menurut Anni et al. (2006) dan Hamalik (2008) hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah mengalami aktivitas belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh peserta didik. Perubahan perilaku yang harus dicapai oleh peserta didik setelah melaksanakan aktivitas belajar dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.

Bloom (1956 dalam Suprijono 2011), membagi hasil belajar menjadi kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan dan intelektual. Kemampuan kognitif mencakup pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, serta evaluasi. Kemampuan afektif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan perasaan, sikap, minat, dan nilai. Kemampuan afektif mencakup sikap menerima, memberikan respon, nilai, pengorganisasian, dan karakterisasi. Kemampuan psikomotorik merupakan kemampuan yang berkaitan dengan aktivitas fisik seperti motorik dan syaraf. Kemampuan psikomotorik mencakup keterampilan produktif, teknik, fisik, dan sosial. 

Menurut Sudjana (2004), di antara ranah kognitif, afektif dan psikomotorik; ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah. Penilaian ranah kognitif berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam menguasai isi atau materi pembelajaran. Hasil belajar pada ranah kognitif dinilai dengan teknik tes yang dapat dilaksanakan di awal, tengah, atau akhir proses pembelajaran.

Blended learning

Pengertian Blended learning

Blended learning berasal dari bahasa Inggris yaitu blend dan learn. Menurut Oxford English Dictionary, blend berarti perpaduan dan learn berarti belajar. Jadi istilah blended learning dapat diartikan sebagai perpaduan atau kombinasi dari beberapa pola pembelajaran.

Menurut Piskurich dalam Chaeruman et al (2018), blended learning merupakan gabungan dari pembelajaran synchronous (konvensional/tatap muka) dengan pembelajaran asynchronous (dalam jaringan) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Pada blended learning peserta didik dapat melaksanakan proses pembelajaran secara bergantian antara pembelajaran tatap muka dan dalam jaringan internet. Pergantian antara sesi pembelajaran synchronous dan asynchronous dilakukan secara bergantian dan bertujuan saling melengkapi satu sama lain. Dengan penggabungan kedua aspek pembelajaran tersebut diharapkan terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik dan aktivitas belajar peserta didik secara mandiri. Jika dalam pembelajaran konvensional guru dianggap tahu segalanya maka pada pembelajaran blended learning guru berperan sebagai fasilitator dan pembelajaran bersifat berpusat pada peserta didik.

Aktifitas pembelajaran synchronous dan asynchronous dalam blended learning menurut Chaeruman dan Mudiarti (2018) dapat dibagi menjadi  :

  1. Live Synchronous Learning. Proses pembelajaran dimana guru dan peserta didik berada di tempat dan waktu yang sama seperti di dalam kelas.
  2. Virtual Synchronous Learning. Proses pembelajaran dimana guru dan peserta didik berada di waktu yang sama namun berbeda tempat. Proses pembelajaran ini berlangsung dengan mediasi teknologi konferensi jarak jauh.
  3. Collaborative Asynchronous Learning. Pembelajaran daring yang dapat dilaksanakan kapanpun dan dimanapun dengan arahan seorang mediator. Contohnya adalah penggunaan forum diskusi, chatting, dan mailing list.
  4. Self-directed Asyinchronous Learning. Pembelajaran daring yang dapat dilaksanakan kapanpun dan dimanapun dengan kontrol diri sendiri. Pembelajaran ini dapat berupa penggunaan video, film, teks, atau  media interaktif dalam jaringan.

Kelebihan Blended Learning

Menurut Muhtadi (2019), terdapat tiga kelebihan dari model pembelajaran blended learning yaitu:

  1. Meningkatkan kualitas belajar peserta didik. Strategi pembelajaran blended learning dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran.
  2. Meningkatkan akses dan fleksibilitas dalam pembelajaran. Para peserta didik dapat dengan mudah mengakses pembelajaran Dari mana saja tidak terbatas pada area ruang kelas. 
  3. Meningkatkan efisiensi dalam pembelajaran. blended learning dapat meningkatkan efisiensi penggunaan waktu dan dana baik dari pihak guru maupun peserta didik.

Blended Learning Flipped Classroom

Terdapat berbagai model blended learning, salah satunya dalah flipped classroom. Model flipped classroom menurut Johnson memiliki konsep kegiatan pembelajaran terbalik yang berarti kegiatan yang biasa dilakukan di kelas dapat dilakukan oleh peserta didik di rumah atau sebaliknya kegiatan yang biasa dilakukan di rumah dapat dilakukan di kelas. Dengan demikian flipped classroom akan  menggunakan berbagai variasi kegiatan belajar yang akan dilakukan oleh peserta didik saat aktivitas synchronous maupun asynchronous

Menurut Bishop dan Verleger dalam Hsieh (2017), model flipped classroom memiliki dua komponen penting yaitu: penggunaan teknologi komputer maupun gawai dan  keterlibatan pembelajaran interaktif. Penggunaan teknologi mendukung akses pembelajaran kapanpun dan di manapun peserta didik berada, sedangkan pembelajaran interaktif digunakan agar para peserta didik dapat berkolaborasi dengan peserta didik lain serta dapat memperoleh keterampilan praktik dan umpan balik kemajuan belajar mereka.

Sistem Pencernaan Manusia

Materi sistem pencernaan manusia menurut Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 diajarkan pada kelas XI SMA. Materi ini terdapat pada Kompetensi Dasar 3.7 yaitu menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem pencernaan dalam kaitannya dengan nutrisi, bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem pencernaan manusia dan 4.7 yaitu menyajikan laporan hasil uji zat makanan yang terkandung dalam berbagai jenis bahan makanan dikaitkan dengan kebutuhan energi setiap individu serta teknologi pengolahan pangan dan keamanan pangan. Materi sistem pencernaan manusia dapat dikembangkan sebagai berikut: zat makanan, makanan seimbang, organ pencernaan, enzim pencernaan, proses pencernaan, serta gangguan dan penyakit sistem pencernaan.



Kerangka Pikir

Pandemi Covid-19 mengakibatkan proses pembelajaran di sekolah terbatas menjadi pembelajaran daring (dalam jaringan). Hal ini juga berlaku di SMA Virgo Fidelis. Pembelajaran daring di SMA Virgo Fidelis pada masa awal pandemi dilaksanakan secara asynchronous berupa pemberian materi dan latihan soal, jarang atau tanpa melakukan kegiatamn synchronous seperti tatap muka langsung atau virtual. Hal ini berakibat menurunnya hasil belajar kognitif yang terlihat pada hasil PTS ganjil tahun pelajaran 2020/2021 yang menunjukkan ketuntasan klasikal sebesar 33%. Usaha untuk memperbaiki hal ini adalah dengan menerapkan blended learning. Blended learning merupakan pembelajaran yang mengkombinasikan aktivitas synchronous dengan asynchronous dengan  tujuan mencapai hasil belajar yang optimal.

Gambar Kerangka pikir penelitian


Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah penggunan blended learning dapat meningkatkan hasil belajar pembelajaran di kelas XI SMA yang ditandai dengan peningkatan hasil belajar dan aktivitas peserta didik.


Seorang bapak, guru, dan blogger.

Posting Komentar

© Biologi Pak Lukas. All rights reserved. Developed by Jago Desain