olNGIb4NkK5r2x7x4oG3GpEzizVpnY6KNCck9cym

Cari Blog Ini

Random

Pengalaman Mengikuti PPG Daljab 2020

Hai, perkenalkan nama saya Lukas Jalu dan saya adalah seorang guru Biologi di SMA Virgo Fidelis sebuah sekolah swasta Semarang. Di artikel pertama blog saya ini, saya akan berbagi sedikit pengalaman mengikuti Pendidikan Profesi Guru yang disingkat PPG. Tapi sebelum memulai saya ingin mengucapkan selamat bagi rekan-rekan sejawat yang telah lolos seleksi PPG tahun 2021. Bagi yang belum lolos tetap semangat dan perbaiki diri agar dapat mengikuti PPG tahapan selanjutnya.

Mengikuti Seleksi

Oke, untuk tahap seleksi ini saya lupa-lupa ingat. Berawal dari pendataan pelaksanaan Uji Kompetensi Guru tahun 2015 dengan hasil yang tidak memuaskan dan mengikuti kembali UKG tahun 2018 yang menjadi bagian dari seleksi PPG . Saat itu dalam satu sekolah yang mengikuti tes saya bersama tiga rekan saya. Sewaktu pengumuman hasilnya ternyata saya dan rekan-rekan saya kurang beruntung, dinyatakan tidak lulus. Yah saya pikir ini bagian dari rencana Tuhan, karena saat itu saya belum memiliki NUPTK. Jadi kesempatan itu saya gunakan untuk melengkapi berkas-berkas yang belum saya miliki. Kemudian seorang teman memberi kabar ada pengumuman lanjutan. Ternyata saya cek kembali saya dinyatakan lulus tapi sayangnya terlambat untuk melakukan verifikasi.

Pada tanggal 20 September 2019, tiba-tiba mantan Kepala Sekolah (yang sekarang sudah mutasi), Sr. Marianne mengirim pesan Whatsapp kalau saya terdaftar untuk mengikuti PPG Daljab Tahun 2020. Dari file yang beliau kirimkan proses konfirmasi dan pengiriman berkas paling lambat 19 September 2019. Wah, rasanya hati ini kecewa berat karena sudah dua kali melewatkan kesempatan itu. Namun kemudian saya dibantu oleh Sr. Marianne, beliau menanyakan informasi tentang PPG kepada Dinas Pendidikan di Semarang padahal beliau sekarang bertugas di Jakarta. Kabar gembira itu datang, ternyata berkas dikumpulkan di Kantor Cabang Dinas paling lambat tanggal 30 September. Langsung saja saya kebut persiapkan berkas. Celakanya adalah kepala sekolah berada di luar kota, kembali sekitar tanggal 27 September. Pokoknya rasanya seperti naik roller coaster. Pada akhirnya, saya bisa mengumpulkan berkas tanggal 30 September 2019, itupun berkejaran waktu karena pukul 8 pagi operator kantor cabdin harus ke Dinas Pendidikan Provinsi.

Menunggu Kepastian

Setelah tahun berganti kepastian untuk mengikuti PPG Daljab itupun belum muncul. Sampai pada titik pasrah saja, terlebih muncul pandemi Covid-19. Kalau dipanggil ya itu rejeki dari Tuhan, kalau tidak ya tidak berharap banyak. Saya sendiripun lupa dan menjadi kurang update tentang PPG. Sampai pada tanggal ulang tahun saya, saya kembali dikirimi pesan Whatsapp oleh Sr. Marianne yang berisi ucapan ulang tahun diikuti informasi pembukaan pelaksanaan PPG. Langsung saya kembali semangat untuk mencari informasi. Tapi ternyata saya belum terdaftar PPG. Oke saya tidak menyerah, sampai hampir setiap ada kesempatan saya buka situs-situs PPG. Puji Tuhan saya terdaftar PPG Daljab 2020 Gelombang III dan penempatan saya ada di Universitas Cendrawasih, Papua! Saat membaca pengumuman itu saya sedikit ragu, karena tidak ada gambaran nanti pelaksanaannya bagaimana. Takutnya nanti harus ke Papua untuk mengikuti perkuliahan atau ujian. Biaya pasti besar, berkaca dari para siswa yang dari Papua yang setiap pulang kampung, tiket pesawat ke sana harganya nggak maik-main. Berbagai pertimbangan dipikirkan, berdiskusi dengan orang tua dan istri. Akhirnya dengan dukungan keluarga, saya bulatkan tekat untuk mengkonfirmasi ketersediaan mengikuti PPG. Saya pun kembali mengunggah berkas-berkas yang diperlukan. Dan saat verifikasi penempatan ternyata saya dipindah ke Universitas Negeri Jakarta! Tuhan itu Maha Baik!

Pada kesempatan ini juga saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga terutama istri yang selalu memberi support saat perkuliahan.

Menambah Pengetahuan dan Relasi

Tiba juga saatnya untuk melaksanakan perkuliahan. PPG Daljab Gelombang III di UNJ ternyata khusus untuk jurusan PGSD dan Pendidikan Biologi. Para mahasiswa PGSD sebagian besar berasal dari Aceh sedangkan Pendidikan Biologi berasal dari Sabang sampai Merauke. Ternyata kami berasal dari dua pembiayaan yang berbeda. Yang berasal dari Aceh dibiayai menggunakan APBD sedangkan kami yang berasal dari penjuru nusantara dibiayai menggunakan APBN.

Jadwal PPG Daljab 2021
Jadwal PPG Daljab 2021

Perkuliahan terbagi menjadi beberapa tahapan. Seperti jadwal PPG di atas, kami melaksanakan pendalaman materi, mempersiapkan perangkat pembelajaran, mengikuti uji komperehensif, melaksanakan PPL, dan melakukan UKIN-UP. Seluruhnya dilaksanakan secara daring menggunakan LMS khusus. Tidak perlu datang ke kampus kecuali untuk pelaksanaan UKIN-UP.

Pendalaman materi terdiri dari dua bagian yaitu materi pedagogik dan profesional. Perkuliahan materi pedagogik dilakukan bersama-sama dua jurusan sedangkan untuk materi profesional kita dikelompokkan berdasarkan jurusan. Jalannya perkuliahan ya seperti kita melaksnakan pembelajaran daring. Menggunakan siklus 3 hari. Setiap siklus diawali dengan belajar mandiri menggunakan modul yang sudah disediakan, dilanjutkan dengan diskusi baik itu secara sinkronus melalui webmeeting (tatap maya) atau asinkronus melalui forum diskusi. Setiap bab pembelajaran akan terdapat tes formatif yang bisa kita ulang sampai nilai kita 100 dan tes sumatif yang waktu dan kesempatan untuk mengerjakan terbatas. Kita pun saat perkuliahan juga dibagi dalam kelompok-kelompok kecil, kita saling berdiskusi dan mengkomentari pekerjaan satu sama lain. Keaktivan dalam diskusi ini penting lho, karena jika kita tidak aktif maka materi pembelajaran lanjutan akan tetap terkunci. Lama waktu kita daring atau online ternyata diperhitungkan. Oleh sistem, waktu kita saat diskusi, mengerjakan sesuatu, membaca dll itu dicatat. Kita harus memenuhi standar minimal waktu tertentu. Tiap kampus memiliki kebijakan berbeda-beda walaupun sebenarnya standarnya sama. Di UNJ durasi waktu untuk webmeeting cukup pendek paling lama dua jam, tapi ada kampus lain yang durasi webmeeting itu bisa sampai enam jam. Ckckck, pasti butuh tenaga dan duit ekstra untuk melaksanakannya. Oh iya, saya tidak mengambil cuti untuk pelaksanaan PPG ini, jadi saya harus bagi-bagi waktu dengan tugas di sekolah. Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan guru satu sekolah yang membantu saya dan mau saya repoti selama PPG.

Kemudian tahapan kedua adalah mempersiapkan perangkat pembelajaran. Kita harus mempersiapkan perangkat pembelajaran selengkap mungkin mulai dari Program Tahunan sampai Evaluasi. Tenang saja, saya hanya diminta untuk mempersiapan perangkat pembelajaran untuk tiga pertemuan. Tapi tetap saja produknya yang dibuat cukup banyak dengan waktu yang yang terbatas. Pokoknya harus siap fisik dan mental. Banyak rekan-rekan yang bertumbangan karena memaksakan diri. Bahkan kami mendapat cerita ada seorang mahasiswa yang meninggal saat kuliah webmeeting berlangsung, kemudian seorang dosen juga meninggal karena kelelahan dan terakhir ada seorang guru senior yang linglung akibat tekanan yang dihadapi. Jadi jaga selalu kesehatan! 

Pada awal tahap pengembangan perangkat pembelajaran, ada seorang rekan yang bertanya apakah di UNJ mahasiswa juga diwajibkan menyusun sebuah PTK seperti mahasiswa PPG kampus lain. Saat itu kepala program PPG menyatakan tidak ada kewajiban tersebut. Kita senang banget dong. Eh ternyata ada malinformasi, di tengah proses penyusunan perangkat, kita diberitahu jika seluruh mahasiswa PPG diwajibkan menyusun PTK. Padahal beberapa rekan mahasiswa menyususn perangkat pembelajaran tidak komperehensif satu kesatuan materi tetapi mengikuti jadwal pembelajaran di sekolah. Untungnya, dosen-dosen pembimbing kita baik hati sehingga permasalahannya dapat teratasi. Hehehe. Jadi bagi rekan-rekan yang sedang mempersiapkan pelaksanaan PPG, bisa mulai direncanakan menyusun PTK sederhana.

Tahap ketiga adalah PPL. Sebelum melaksanakan PPL kita harus melakukan Uji Komperehensif, semacam sidang sederhana secara daring. Kita akan melaksanakan tanya jawab dengan dosen penguji. Jika kita lolos Uji Komperehensif, barulah diijinkan melaksanakan PPL. PPL dilakukan di sekolah asal masing-masing. Dalam masa pandemi seperti ini tentu saja kita mengajar secara daring, walaupun ternyata beberapa daerah tidak bisa melakukan pembelajaran daring seperti yang dari pelosok Papua dan Sulawesi. Selain mengajar kita juga membuat jurnal aktivitas non-mengajar dan dituntun untuk tetap mengikuti seminar/webinar. Pokoknya sangat padat. Saat proses mengajar, jangan lupa untuk direkam. Karena proses mengajar kita akan dievaluasi bersama. Kesempatan ini juga kita gunakan untuk mengumpulkan data serta menyusun PTK. Pelaksanaan PPL ini agak bikin senewen sebenarnya, terutama masalah jadwal. Coba lihat deh jadwal di atas, masak PPL di masa libur sekolah? Kita mau mengajar siapa? Iya kalau peserta didik mau diajak kerja sama, lah kalau tidak? Berabe kan. Saya sedikit beruntung, jadwal PPL hanya mepet jadwal penilaian akhir semester. Hehehe. Saya nggak habis pikir, ini yang bikin jadwal sepertinya bukan praktisi pendidikan. Semoga jadi bahan evaluasi penyelenggara PPG dan bagi yang mendapatkan jadwal PPL saat libur sekolah semoga ada jalan keluar.

Tahap terakhir dari PPG Daljab adalah UKMPPG yang terdiri dari Uji Kinerja (UKIN) dan Uji Pengetahuan (UP). Inilah yang menentukan kita mendapatkan sertifikat pendidik profesional atau tidak. UKIN dilaksanakan secara daring dalam dua sesi. Sesi pertama adalah pengumpulan portofolio karya kita sebagai guru. Portofolio tersebut berisi:

  1. Karya Ilmiah, bisa berupa PTK atau Best Practice. Nilai karya ilmiah yang tidak diseminarkan berbeda dengan karya yang diseminarkan. Tenang saja, kita bisa seminar di sekolah masing-masing yang penting ada bukti foto dan daftar hadir. Saya saat itu seminar PTK disela-sela PPL.
  2. Kumpulan sertifikat seminar maupun diklat. Jadi mulai sekarang, rajin-rajin lah ikut webinar dan diklat. 
  3. Refleksi. Kita dapat mengumpulkan refleksi atas produk inovatif atau proses pembelajaran kita.
  4. Karya inovatif. Jadi silahkan mulai mengumpulkan produk-produk yang telah dibuat. Saya waktu itu juga ikut mengumpulkan bahan ajar yang disusun sebelum PPL.

Nanti beberapa produk PPG saya bisa dilihat di akhir artikel ini. Selain mengumpulkan portofolio, kita juga harus mengumpulkan video pembelajaran terbaru yang dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah diberikan. Beruntungnya kami gelombang III yang harus merekam video pembelajaran UKIN saat di sekolah sedang berlangsung penilaian akhir semester. Terima kasih buat anak-anak yang sudah mau menyediakan waktu untuk bapak repoti. Oh iya lebih beruntung lagi, kalau Anda terpilih oleh penyelia (seorang pengawas dari kemdikbud) untuk menjadi diobservasi saat pembelajaran berlangsung. Hehe. Pokoknya kita ikuti saja alurnya dan pasti ada jalan keluar kok. Para dosen pembimbing UNJ sangat baik dan membantu segala kesulitan kita, beliau-beliau memahami keadaan kita sehingga tidak memaksakan harus seperti yang diminta oleh pemerintah. Ada kelonggaran-kelonggaran tertentu dimana tentu saja tetap mematuhi peraturan pemerintah.

Setelah UKIN kita melaksanakan UP. Pelaksanaannya di kampus penyelenggara PPG. Tenang saja, kita akan ditempatkan sesuai dengan alamat KTP kita. Jadi saya waktu itu melaksanakan UP di almamater saya, Universitas Negeri Semarang. Uji Pengetahuan ini berupa tes berupa CBT seperti pelaksanaan tes CPNS. Kalau kita tidak lulus UP kita masih bisa mengulang atau istilahnya retaker. Menurut kabar UP ulang harus membayar mandiri dan dilaksanakan berbarengan sesuai jadwal UP PPG berikutnya. Beberapa rekan mahasiswa angkatan saya ada yang tidak lulus UP jadi mereka akan mengikuti UP kembali berbarengan dengan jadwal UP PPG 2021. 

Apa yang saya dapat saat PPG lebih dari sekadar pengetahuan saja, karena juga menambah relasi kita. Di mana kita sesama mahasiswa PPG saling membantu satu sama lain. Janganlah pelit dalam ilmu pengetahuan. Kita menyadari bahwa kita ini sedang berjuang bersama, bahkan setelah UP selesai dan beberapa rekan tidak lulus kita membantu mereka sebisa kita.

Demikianlah cerita sedikit pengalaman saya mengikuti PPG Daljab 2020. Semoga bisa memberi gambaran bagi rekan-rekan yang akan melaksanakan PPG Daljab 2021. Berikut ini saya lampirkan beberapa produk yang saya kumpulkan saat kuliah. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa.

Lampiran 

Related Posts
Lebih baru Terlama

Related Posts

Posting Komentar