Kelas XII Ganjil - Bab 7 Mutasi

Mutasi adalah peristiwa berubahnya struktur materi genetik sehingga generasi berikutnya mengalami perubahan sifat tertentu.

Variasi oleh pengaruh lingkungan yang dapat kembali pada sifat penampakan semula turunan berikutnya di sebut modifikasi.

A. JENIS – JENIS MUTASI 

Menurut bagian yang berubah pada materi genetik, mutasi di bedakan atas mutasi gen  dan mutasi kromosom.

1. Mutasi Gen 

Mutasi gen terjadi karena susunan basa nitrogen (nukleotida) berubah, berkurang, atau bertambah.Mutasi gen meliputi : mutasi titik, mutasi missense, mutasi nonsense, mutasi pengubah bingkai dan transposon.

  1. Mutasi titik : adalah perubahan kimia pada satu nukleotida atau beberapa nukleotida dalam gen tunggal.
  2. Mutasi missense merupakan mutasi substitusi, yaitu kodon yang berubah  masih tetap mengkode asam amino dan masih dalam rangkaian yang bermakna meskipun bukan rangkaian yang sebenarnya.
  3. Mutasi nonsense adalah perubahan kodon asam amino menjadi stop kodon. Hampir semua mutasi nonsense mengarah pada protein yang tidak berfungsi.
  4. Mutasi pengubah bingkai : adalah mutasi yang terjadi bila satu atau lebih pasangan nukleotida di sisipkan atau di hapus dari gen. Hal ini bisa terjadi jika jumlah nukleotida yang di sisipkan (insersi) atau di hilangkan (delesi) bukan merupakan kelipatan tiga.
  5. Transposon : adalah melompatnya potongan DNA ke tengah – tengah gen. Transposon dapat mengacaukan fungsi beberapa gen, dan pada beberapa kondisi dapat mengaktifkan gen – gen yang tidak aktif. 

2. Mutasi Kromosom 

Mutasi kromosom terjadi dalam berbagai kemungkinan , antara lain : perubahan jumlah sel , perubahan jumlah dalam satu set, perubahan susunan letak gen dalam kromosom yang meliputi insersi, delesi, translokasi, duplikasi dan fusi.

a) Perubahan set kromosom (untaian kromosom) : dapat terjadi dari dalam maupun dari luar.
  • Perubahan dari dalam : terjadi pada peristiwa meiosis : keadaan ini di sebut autopoliploidi .
  • Perubahan dari luar , terjadi karena perkawinan dari sel – sel yang jumlah kromosomnya berbeda, keadaan ini di sebut allopoliploidi.

b) Perubahan jumlah kromosom dalam satu set : dapat terjadi karena : 
  • Kromosom yang kehilangan pasangan homolognya, di sebut monosomi (2n – 1)
  • Kelebihan atau penambahan dalam satu set , bisa dalam jumlah (2n + 1 ) di sebut triomi , dan bisa juga dalam jumlah (2n + 2 ) di sebut tetrasomi.
  • Organisme atau sel yang kehilangan kedua anggota pasangan kromosomnya (2n – 2) di sebut nulisomi.

c) Abrasi atau kerusakan kromosom : perubahan kromosom ini dapat di bedakan sebagai berikut.
  • Insersi adalah berubahnya kedudukan gen – gen dalam satu kromosom.
  • Delesi atau defisiensi adalah hilangnya salah satu segmen kromosom.
  • Translokasi : adalah kromosom yang kekurangan gen karena potongan kromosom yang satu bergabung dengan kromosom yang lain.
  • Fusi adalah peristiwa adanya dua kromosom.
  • Duplikasi adalah peristiwa adanya sebagian sari satu kromosom bereplikasi ulang sehingga ada penambahan bagian kromosom dengan gen – gen.


B. MUTAGEN 

Mutagen adalah penyebab mutasi : sedangkan organisme yang mengalami mutasi di sebut mutan. Mutasi dapat di bedakan menjadi mutasi alam dan mutasi buatan. 

1. Mutasi Alam.

Mutasi alam terjadi dengan sendirinya dengan beberapa sebab sebagai berikut.
  1. Sinar kosmos : merupakan penyebab mutasi yang efektif karena radiasi sinar bergelombang pendek.
  2. Sinar ultraviolet : menyebabkan mutasi kromosom (aberasi) dengan daya lebih kecil di banding sinar X.

2. Mutasi Buatan 

Mutasi buatan adalah mutasi yang sengaja di lakukan untuk keperluan tertentu. Mutasi buatan dapat menggunakan cara – cara fisika , kimia , dan biologi. 
  1. Secarafisika : dapat menggunakan sinar X, neutron, radioaktif dan suhu tinggi.
  2. Secara kimia : dapat menggunakan zat – zat kimia. Mutagen kimia menyebabkan modifikasi kimia langsung dari basa – basa DNA.
  3. Secara biologi : Mutasi buatan yang juga di sebut rekayasa genetika : di antaranya adalah penyisipan DNA.